Berbicara masalah politik di Indonesia tak lepas dari pemahaman pada aspek keanekaragaman sosial yang telah terbentuk. Keanekaragaman ini ditandai oleh adanya kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku, agama, adat, perbedaan daerah, struktur masyarakat, serta perbedaan yang signifikan antara masyarakat lapisan atas dan bawah. Karena perbedaan ini, muncullah banyak perbedaan pendapat dan kehendak. Ini semua mengakibatkan kebijakan yang dihasilkan oleh outputsistem politik yang memerlukan pertimbangan secara matang agar diterima dalam keanekaragaman sosial masyarakat. Keanekaragaman sosial perlu dikelola secara baik hingga menjadi modal memperkuat politik. Apabila potensi sosial tidak dibentuk sebaik mungkin, maka akan menghasilkan pergeseran kultural yang akan berujung pada ketidakstabilan politik.
Pasca jatuhnya rezim orde baru tahun 1998, kita menyaksikan sendiri betapa buruknya pengelolaan terhadap kultur sosial oleh para wakil rakyat seperti korupsi yang merajalela. Secara kasat mata memang mereka kadang terlihat menyepelekan masalah yang tengah dihadapi, terlebih lagi masalah-masalah itu seperti tumpang tindih saja. Dapat dilihat sejak dimulainya era kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1, beberapa kasus yang tidak mampu diselesaikan dengan baik oleh pemerintah. Salah satunya kasus lumpur Lapindo yang belum menemui titik terang sehubungan dengan pemberian kompensasi atas kerugian yang dialami penduduk di daerah Sidoarjo dan sekitarnya. Namun, masalah ini seolah lenyap dengan mencuatnya Kasus Century. Kasus Century pun yang konon melibatkan Sri Mulyani dan Boediono sebagai Menteri Keuangan dan Gubernur BI saat itu, juga hilang reda dengan sendirinya setelah terpilihnya Boediono sebagi Wakil Presiden dan ditariknya Sri Mulyani dalam kepengurusan Bank Dunia.
Pasca jatuhnya rezim orde baru tahun 1998, kita menyaksikan sendiri betapa buruknya pengelolaan terhadap kultur sosial oleh para wakil rakyat seperti korupsi yang merajalela. Secara kasat mata memang mereka kadang terlihat menyepelekan masalah yang tengah dihadapi, terlebih lagi masalah-masalah itu seperti tumpang tindih saja. Dapat dilihat sejak dimulainya era kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1, beberapa kasus yang tidak mampu diselesaikan dengan baik oleh pemerintah. Salah satunya kasus lumpur Lapindo yang belum menemui titik terang sehubungan dengan pemberian kompensasi atas kerugian yang dialami penduduk di daerah Sidoarjo dan sekitarnya. Namun, masalah ini seolah lenyap dengan mencuatnya Kasus Century. Kasus Century pun yang konon melibatkan Sri Mulyani dan Boediono sebagai Menteri Keuangan dan Gubernur BI saat itu, juga hilang reda dengan sendirinya setelah terpilihnya Boediono sebagi Wakil Presiden dan ditariknya Sri Mulyani dalam kepengurusan Bank Dunia.
Labels : wallpapers Mobile Games car body design Hot Deal

